the story
hanya cerita seputar kehidupan seorang gadis bernama larasati ayuningtyas
SETIAP TEMPAT PUNYA CERITA DENGAN TOKOH YANG BERBEDA
Selasa, 06 Maret 2018
Dewasa walau masih muda
Ada cerita malam ini. disela tugas yang memaksa diselesaikan. Hanya sedang mengingat seseorang. Teman SMA, satu kegiatan tambahan. Menari. Pernah melihat seorang lelaki menari? Canggung bukan? Tapi percayalah, itu awal kesenanganku sampai sekarang. Tidak ahli, terkadang malah tak berlatih. Iya, paskibra kecintaannya. Orang yang sangat manja pada jamannya. Selain meminjam dasi, apalagi yang bisa diandalkan? Pernah berlatih bersama untuk salah satu acara olahraga terbesar di Asia Tenggara. Ijin di beberapa pelajaran sekolah sampai mengambil gaji pertama. Dewasa walau masih muda. Deskripsi umum dimata yang lain. Bagiku? Lembut. Entah, ada yang berbeda dari cara dia mendengar dan berbicara. Terkadang sangat diam, sangat memperhati. Ada waktunya aku yang terdiam, sangat terpesona. Mendengar berbagai cerita dari sudut tak terduga. Benarkah itu masih kamu? Ada banyak diskusi mengisi detik demi detik. Pertanyaan, 'menurut kamu gimana?' menjadi umpan untuk setiap pendapat. Tidak pernah ingin merasa berlebih. Meski nyatanya, dia terlihat begitu cukup untuk menyombongkan diri. Mungkin malam ini dia sedang berada di antara bordes kilang atau mungkin mengerjakan tugas akhir. Pesanku, temukan orang seperti dia dan dengan mengenalnya saja sudah cukup.
Kamis, 05 Oktober 2017
Bermalam dengan bulan
kita berada di bawah langit yang sama
suatu malam, bulan menampakkan
setengah dari bagiannya
tidak terasa kurang cahaya darinya
karna ada kamu disana
bulan pernah hanya ada seujung kuku jemari
banyak bersembunyi dalam gelapnya langit
tapi, aku tahu
kamu baik-baik saja
hari ini, entah ada apa dengan bulan
ia memperlihatkan semua bagiannya
membawa warna putih yang terang
dan membuatku bertanya
'Apa kamu melihat hal yang sama?'
suatu malam, bulan menampakkan
setengah dari bagiannya
tidak terasa kurang cahaya darinya
karna ada kamu disana
bulan pernah hanya ada seujung kuku jemari
banyak bersembunyi dalam gelapnya langit
tapi, aku tahu
kamu baik-baik saja
hari ini, entah ada apa dengan bulan
ia memperlihatkan semua bagiannya
membawa warna putih yang terang
dan membuatku bertanya
'Apa kamu melihat hal yang sama?'
Kamis, 07 September 2017
Lagi
Merindu lagi. Jari-jariku menggiring rindu. Pada rekaman masa itu. Saat banyak tawa. Aku tak bicara air mata. Ada yang berbeda. Masih ingat? Terdiam dengan tangan kosong pun tak apa, asal itu kamu. Ucapku dulu. Sop kaki kambing, santapan malam yang paling istimewa. Susu murni menjadi penghangat disela obrolannya. Katamu, selain denganku, siapa lagi? Rindu, sampaikan maafku waktu itu. Maaf aku hanya mempersembahkan angin malam hari ini. Bukan setangkai bunga mawar, seperti yang kamu lakukan dulu.
Minggu, 02 April 2017
Waktu aku seumur mereka
Selasa, 14 Maret 2017
Aku seorang pendatang
hangat menyelinap dari celah ruang
tanda insan masih di dalam
tak perlu rapih
cukup menjadi alasan
untuk selalu pulang
kini semua semakin usang
aku seorang pendatang
tapi tak ada insan di dalam
dan hening menjadi pemenang
alih-alih yang menanti tlah hilang
untuk hati yang bertransformasi
menjadi ruang
aku seorang pendatang
Senin, 13 Maret 2017
tak lagi sama maksudnya
Langganan:
Komentar (Atom)